Semangat dan kesadaran umat untuk menerapkan syariat islam kini menghadapi tantangan serius dari JIL ( jaringan islam Liberal ).meski dibungkus dengan kesan "ilmiah " yang memukau,sesungguhnya gagasan sekulerisasi mereka sangat rapuh. Kesesatan dibalut kebebasan ?
Jil yang dimotori oleh tokoh tokoh yang katanya intelektual yang sudah tak asing lagi seperti Cak Nur ( nurcholis majid ),Goenawan Muhammad,Azyumardi Azra,Said Agil Siraj yang berkolaborasi dengan rtokoh tokoh syiah indonesia seperti Jalaludin Rahmat,Haidar Bagiir,Ihsan Ali fauzi dan tokoh tokoh muda dari salah satu organisasi agama di bangsa ini.:Ulil Absor Abdala , Masdar Mas'udi dan konco konconya sekarang ini tampak semakin berani dengan pendapat pendapat yang menyesatkan umat islam, jaringan yang bermarkas di Jl. Utan Kayu 68 jakarta Timur ini rupanya didanai oleh Asia Foundation, LSM dari Amerika yang mendapat sumbangan dari konglomerat Yahudi ,pejabat pejabat amerika serikat,dll, yang berusaha merusak ajaran islam .Dengan dana yang berlimpah , mereka membayar para anteknya yang menjadi oknum oknum di lembaga islam untuk menyebarkan paham yang sesat.
Namun langkah mereka juga pasti akan mendapat perlawanan dari pejuang pejuang Allah yang komitmen pada Al Qur'an dan sunah. Fatwa mati yang dikeluarkan oleh FUUI bagi seorang Ulil Absor tampaknya membuat dirinya kecut,sehingga diapun berencana menerima tawaran beasiswa dari Amerika sang Big Bosnya
Antek antek JIL inipun ( ulil absor ) tampaknya mempunyai trackrecord yang agak membingungkan,.di sekitar tahun 1988-1989 Ulil pernah menuntut ilmu di LIPIA ,dan orang ini tergolong cerdas ,namun ia tidak bisa menyelesaikan satu mata kuliah penting yaitu TAUHID, sehingga dia di DO ,lalu ia hengkang ke STT ( sekolah Tinggi Teologi ) Driyarkara dan menjadi murid emas Romo frans Magnis Suseno sehingga tidaklah mengherankan kalau otak si Ulil ini sudah terkontaminasi dan ruwet bahkan dalam harian Kompas 18 November 2002 dia mengatakan Bahwa jilbab ,potong tangan ,qishas,rajam tidak wajib diikuti karana itu ekspresi budaya arab,dan ia menafikan adanya hokum Allah berkenaan dengan hokum pencurian,jual beli,pernikahan,pemerintahan dan sebagainya.Tak hanya itu sebelimnya Ulil di harian jawa pos edisi mingggu (2/12/010 dengan sinis menyindirkalangan 'fundamentalis'yang menjadikan RasulullahSAW benar benar sebagai anutan ,"kaum fundamentalis islam dalam pandangan saya tidak mengemban beban sejarah dengan baik,karena kehendak mereka hanya diarahkan untuk membuat replika daru sejarah Muhammad dengan mengabaikan sejarah progresif. Alangkah mudah menunaikan beban sejarah itu seandainya kita hanya meniru eksemplar Nabi.Alangkah mudahnya kalo kita sekedar menjadi imitator . Ulil juga menyatakan bahwa jilbab itu tidak harus ,yang diharuskan adalah menjaga kehormatan,dan terjemahan itu bisa fleksibel sesuai dengan adat mqasing masing kaum.senada dengan tokoh Jil lainya Nurcholish Majid pun pernah mengatakan bahwa makhluk yang paling mulia adalah Iblis karena dia hanya mau sujud kepada Allah ,dan takmau sujud kepada manusia .
Sementara itu pengurus YSIC Al Azhar Ahmad Nurcholish sampai menulis "islam bukanlah agama yanng paling benar".Kalangan liberal ini jbiasanya juga menggotong isyu gender dan feminisme yang ujung ujungnya penolakan terhadap ayat AlQur'an yang berkaitan dengan pria wanita seperti penyamaan hukum waris antara pria dan wanita.
Masih banyak lagi pendapat pendapat sesat yang dikeluarkan oleh tokoh tokoh & jaringan ini dan para antek anteknya yang intinya mengingkari Al Qur'an dan hadist seperti mengucapkan selamat hari raya pada orang lain itu boleh padahal Allah melalui Al qur'an jelas jelas melarang perbuatan itu "Bagimu agamamu ,bagiku agamaku (surat Al kaafiruun 6 )
Pemikiran pemikiran mereka rupanya berkiblat pada negara negara barat seperti Amerika Kanada dan Australia.banyak dari mereka yang berguru islam kepada orang orang kafir dan sejumlah munafik yang dibayar orang kafir.Orang orang itu tidak saja mewarisi ilmu guru mereka tetapi juga kesesatan guru mereka karena ajaran islam yang mereka serap itu adalah menurut versi atau pemahaman orang kafir. Mana ada negara negara yang jelas musuh islam itu menghamburkan uangnya untuk membangun islam ? get real...!!!!!!! yang ada adalah mereka berusaha menjegal islam dan pelaksanaan syariat islam .Dan salah satunya adalah dengan membiaya kelompok kelompok seperti JIL dan mereka mendirikan jurusan agama islam di Universitas mereka untuk menghancurkan agama islam yang menurut mereka adalah 'teroris'.
JIL tampaknya sedang membangun sebuah ideologi dengan menampilkan ragam pemikiran yang nyleneh dan ruwet /nggak jelas juntrungnya.Lima belas abad silam al Qur'an sudah menyebutnya dengan fenomena 'beriman sebagian dan kufur sebagian( QS An-Nisa 150 ) jadi kalo mau islam islam saja kalau mau liberal liberal saja sekalian''Siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriaman dan siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir.Makanya kita sebagai muslim haris dan wajib memahami mempelajari dan mengamalkan Al Qurana dan sunah RasulNya ( mengaji ) biar otak kita nggakjadi liberal , ruwet mbluwet dan keblinger kaya JIL ( jarinagn Iblis laknat ).
Oleh Zaidan P. Negara ( 31 Agustus 2007 15:28:34 )