Menjadi Muslim Berilmu sebelum Berkata dan Beramal
 
 
TOP >> Hadits >> Tidak Isbal:sesuatu yang mudah kenapa begitu berat dilakukan


Tidak Isbal:sesuatu yang mudah kenapa begitu berat dilakukan

Cara kebanyakan orang dalam berpakaian sangat dipengaruhi oleh mode yang sedang berkembang. Dan mode pakaian, terutama di kalangan anak muda, acapkali berkiblat pada barat. Salah satu diantaranya adalah celana laki-laki setinggi betis yang nampak berbeda dengan bentuk celana panjang maupun celana pendek pada umumnya. Para remaja gemar memakai celana ini ketika ¡Ègaul¡É bersama teman-temannya. Bahkan orang dewasa pun kadangkala terlihat mengenakannya.

Banyak orang memakai celana setinggi betis ini, namun tidak banyak orang yang tahu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  pernah bersabda :

¡È Ujung kain sarung (pakaian bawah) seorang muslim sampai ke tengah-tengah betis, dan tidak mengapa yang di antara itu dengan mata kaki, sedangkan yang di bawah mata kaki, maka itu bagian neraka. Dan barangsiapa menurunkan sarung di bawah mata kaki karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya. ¡É          (Abu Dawud)

Jadi justru celana seperti inilah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam   dibandingkan model celana yang terjulur panjang hingga menutupi mata kaki. Bahkan dalam suatu riwayat diceritakan :

" Ketika melihat seseorang yang sedang sholat dengan kain melebihi mata kakinya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  berkata kepadanya : Pergilah berwudhu ! Setelah laki-laki tersebut selesai berwudhu, Nabi berkata kembali : Pergilah berwudhu ! Menyaksikan peristiwa itu salah seorang sahabat bertanya : Ya Rasulullah, mengapa engkau menyuruhnya berwudhu lalu setelah ia berwudhu engkau mendiamkannya ? Nabi menjawab : Ia telah sholat dengan kain di bawah mata kaki. Padahal Allah tidak menerima sholat seseorang yang berkain di bawah mata kaki .   (Abu Dawud)

Lantas, apakah berbeda antara orang yang mengetahui hadist-hadist ini dengan mereka yang tidak ? Jelas berbeda. Bila seseorang mengetahui, atau dengan kata lain memiliki ilmu tentang tata cara berpakaian yang disunnahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , maka ketika ia memakai celana tersebut, ia akan berniat mendapat ridho Allah Ta¡Çala. Dan Allah Ta¡Çala akan mengganjarnya dengan pahala. Sedangkan mereka yang tidak mengetahui hadist-hadist tersebut, meskipun telah mengenakan celana di atas mata kaki, Allah Ta¡Çala tidak akan memberinya ganjaran. Karena mereka memang tidak berniat menjalankan sunnah Rasulullah, melainkan hanya ingin mengikuti mode saja.

Jadi di sinilah letak pentingnya ilmu, ilmu Al-Qur¡Çan dan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam . Karena seseorang beramal harus berdsasarkan ilmu, seperti yang dikatakan Imam Bukhori bahwa ilmu itu sebelum perbuatan.

 


Dikirim
Tanggal : 14-05-2007 12:41
Kategory : Hadits
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/101_277_2007_05

Komentar

Isi Komentar

Judul
Nama Anda
Website



Masukkan kode verifikasi