Menjadi Muslim Berilmu sebelum Berkata dan Beramal
 
 
TOP >> Riyadhus Sholihin >> Bab Yakin & Tawakal


Bab Yakin & Tawakal

Hadits Pertama:

 Dari Abu Hurairah radliyallaahu ¡Æanhu, beliau berkata: ¡È(Kalimat) Hasbunallaahu wa ni¡Çmal wakiil diucapkan (Nabi) Ibrahim shallallaahu ¡Æalaihi wa sallama ketika dilemparkan ke dalam api, dan diucapkan (Nabi) Muhammad shallallaahu ¡Æalaihi wa sallama ketika orang-orang berkata: ¡ÈSesungguhnya orang-orang telah benar-benar berkumpul untuk (membinasakan) kalian, maka takutlah kepada mereka¡É. Maka yang demikian itu menambah iman pada orang-orang beriman dan mereka berkata: ¡ÈHasbunallaahu wa ni¡Çmal wakiil¡É ¡È.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhariy.

 

Dalam suatu riwayat yang lain dari Al-Bukhariy dari Ibnu ¡ÆAbbas radliyallaahu ¡Æanhu, beliau berkata: ¡ÈAkhir ucapan (Nabi) Ibrahim shallallaahu ¡Æalaihi wa sallama ketika dilemparkan ke dalam api adalah: ¡É ¡ÈHasbiyallaahu wa ni¡Çmal wakiil¡É ¡È.

 

Keterangan:

 

Hasbunallaahu berarti ¡ÈAllah yang mencukupi kami¡É. Adapun hasbiyallaahu berarti ¡ÈAllah yang mencukupi aku¡É. Sedangkan wa ni¡Çmal wakiil berarti ¡Èdan Dia-lah sebaik-baik Tempat Bersandar Segala Urusan¡É.

Kalimat ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika dilemparkan dengan pelontar ke dalam api yang dinyalakan pada kayu bakar yang dikumpulkan atas perintah Raja Namrudz, raja kafir yang menyamakan dirinya dengan tuhan, setelah kalah beradu argumentasi dengan Nabi Ibrahim dalam rangka dakwah beliau kepada raja tersebut.

Kalimat ini juga diucapkan Nabi Muhammad dan para  shahabatnya ketika ditakut-takuti dengan ancaman bahwa para musyrik dari kabilah-kabilah Arab telah berkumpul untuk membinasakan mereka pada perang Badar kedua yang telah mereka semua sepakati.

Hadits ini menunjukkan keutamaan bertawakal pada Allah dan pentingnya bertawakal pada Allah tersebut ketika masa-masa sulit. Dalam hal ini para Nabi dan orang-orang shalih terdahulu telah memberi contoh kepada kita untuk mengucapkan kalimat di atas sebagai pernyataan tawakal dan doa kita pada Allah.

 

Hadits Kedua:

 

Dari ¡ÆUmar radliyallaahu ¡Æanhu, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ¡Æalaihi wa sallama berkata: ¡ÈSeandainya kalian bertawakal pada Allah dengan sebenar-benar tawakal kepada-Nya, sungguh Dia akan memberi rizki pada kalian sebagaimana Dia memberi rizki pada burung yang pergi di waktu pagi dalam keadaan perut kosong karena lapar dan pulang di waktu sore dalam keadaaan perut penuh¡É.

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidziy.

 

Keterangan:

 

Hadits ini memberikan hasungan/dorongan kepada kita untuk bertawakal pada Allah dengan benar dan yakin dalam setiap keadaan kita. Namun bertawakal tidak berarti berpangku tangan. Tiap orang tetap dituntut untuk berusaha dalam mencari rizki, justru karena benarnya ketawakalan dia pada Allah, seperti burung yang pergi mencari rizki dan tidak hanya diam tanpa usaha.

 

Hadits Ketiga

 

Dari Anas radliyallaahu ¡Æanhu, beliau berkata: Rasulullah shallallaahu ¡Æalaihi wa sallama berkata: ¡ÈBarangsiapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan: ¡ÈBismillaahi tawakkaltu ¡Æalallaahi wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahi¡É, dikatakan kepadanya: ¡ÈEngkau telah diberi petunjuk, engkau telah dicukupi, dan engkau telah dijaga¡É, dan setan menghindar darinya¡É.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidziy, An-Nasa¡Çiy, dan selain mereka.

Berkata Abu Dawud: (Hadits ini) hasan shahih.

 

Dalam riwayat Abu Dawud terdapat tambahan: ¡ÈMaka berkata setan kepada setan yang lain: ¡ÈBagaimana dirimu (bersama) dengan orang yang sungguh telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dijaga?¡É ¡È.

 

Keterangan:

 

Hadits ini juga menunjukkan keutamaan tawakal pada Allah, baik dengan perkataan maupun perbuatan, yang mana tawakal pada Allah tersebut akan menjadi benteng/perisai bagi orang yang beriman dari segala kejelekan.

Sebagai suatu amal shalih, dianjurkan kepada kita untuk mengucapkan kalimat di atas ketika keluar dari tempat tinggal kita agar didapat segala kebaikan dari kalimat ini

 

Disadur dari Bab Yakin dan Tawakal pada kitab Nuzhatul-Muttaqin

 

Selesai pada hari Sabtu, 2 Dzul-hijjah 1424/24 Januari 2004

Abu Asiyah


Dikirim
Tanggal : 14-05-2007 12:11
Kategory : Riyadhus Sholihin
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/101_274_2007_05

Komentar

Re: Bab Yakin & Tawakal oleh ani at 03 Juni 2009 21:51:54
aku ingin tau banyak tentang hadist2 di riyadus solihin

Isi Komentar

Judul
Nama Anda
Website



Masukkan kode verifikasi